7 Destinasi Wisata Terbaik di Sulawesi Tengah

Jika menyebut Sulawesi, kebanyakan orang akan menunjuk Makassar dan Manado sebagai tujuan wisata utama. Padahal selain dua kota besar itu, terdapat beragam destinasi yang tidak kalah indahnya untuk dikunjungi, termasuk salah satunya adalah kota Palu. Ibu kota provinsi Sulawesi Tengah ini tengah giat membangun potensi wisatanya, yang mengandalkan keelokan alam pesisir dan pegunungannya.

Palu yang sekarang bukan lagi wilayah yang terkenal “keras” akibat sentimen sosial, melainkan telah berkembang pesat menjadi suatu komunitas yang penuh keramahan dan rasa damai. Kotanya tidak seberapa besar, namun segala hal yang ditawarkan di dalamnya, dijamin membuat siapapun merassa betah. Mulai dari alam yang elok rupawan hingga ragam kuliner yang menggoda selera, Palu adalah tujuan wisata alternatif yang wajib Anda kunjungi ketika menujuk pulau Sulawesi.

Bersamaan dengan berkembang pesatnya kota Palu, maskapai full service milik Lion Group, Batik Air, belum lama ini mengumumkan penambahan rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Mutiara SIS Al Jufrie, menjadi dua kali sehari. Menggunakan armada Airbus A320 dan Boeing 737-800/900, Batik Air mampu memberikan layanan maksimal bagi sekitar 180 penumpang untuk setiap kali terbang.

Lantas, apa saja yang yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu liburan ke Palu? Berikut adalah tujuh rekomendasi terbaik yang patut kamu lakukan di kota berjuluk Mutiara Khatulistiwa ini.

  1. Festival Pesona Palu Nomoni

Kali ini merupakan gelaran tahun kedua, yang akan diselenggarakan pada 28-30 September 2018 di sepanjang pesisir Teluk Palu, mulai dari Hotel Wina Pantai hingga Swiss-bel Hotel Palu. Festival ini beryujuan mengungkap kembali kearifan budaya masa lalu, yang dibalut dengan kemasan atraksi seni pertunjukan dengan mengusung nilai-nilai kebudayaan yang arif dan luhur.

Selama 3 hari penyelenggaraan, Festival Pesona Palu Nomoni 2018 akan diisi berbagai pertunjukan seni dan budaya, termasuk penampilan seruling tradisional kolosal lalove dan panggung tradisional gimba di sepanjang teluk Palu, serta ritual adat Balia dari Suku Kailii. Selain pertunjukan seni dan budaya, acara ini juga turut dimeriahkan dengan kompetisi olahraga, seperti marathon internasional,  lomba renang, lomba perahu tradisional sandeq, dan lain-lain.

 

  1. Pantai Talise

Pantai berpasir putih yang jaraknya paling dekat dengan pusat Kota Palu, dan mudah diakses melalui Jalan Besar Negeri, yang merupakan jalan provinsi setempat. Di sini, kamu bsia menyaksikan momen matahari terbenam yang berangsur turun di kaki langit hasil perpaduan gelombang laut tenang dan lanskap Kota Palu di kejauhan. Di sini juga tersedia beberapa gerai makan terbuka, yang memberikanmu kesempatan untuk menyicipi lezatnya produk laut Palu di bawah atap langit.

 

  1. Pantai Tanjung Karang Donggala

Berjarak sekitar satu jam berkendara darat dari pusat kota Palu, pantai ini menawarkan kondisi alam yang masih “sangat perawan”. Kamu akan menemukan hamaran pasir putih yang berpadu dengan latar belakang pepohonan hijau, dan air laut yang sangat bening bagaikan cermin. Bersantai di atas balon pelampung, atau berenang-renang kecil di dalam gelombang pesisir yang tenang, mampu membuat siapapun relaks dibuatnya. Lokasi yang tepat untuk berpiknik santai dengan sahabat atau keluarga.

 

  1. Danau Poso

Danau Poso adaah satu dari sedikit danau di yang memiliki perpaduan lanskap menarik antara lembah nan subur dengan perbukitan hijau. Jaraknya memang cukup jauh, sekitar 4-6 jam perjalanan darat ke arah tenggara Kota Palu. Namun, sesampainya di sana, keindahan yang ditawarkannya mampu membuat mata teduh, hati damai, danjuga membangun suasana relaks. Berada di ketinggian hampir 1.500 meter di atas permukan laut, udara di sini cukup dingin, dengan semburat kabut yang terlihat cantik di kala pagi hari. Pada saat sore pun, pemandangannya tetap terlihat elok, di mana matahari perlahan turun ke peraduannya di balik perbukitan, memberi kesan dramatis saat memandangnya.

 

  1. Air Terjun Saluopa

Masih berlokasi di sekitaran Danau Poso, tepatnya di sebelah utara, berdampingan dengan jalan provinsi setempat. Meski begitu, butuh perjuangan untuk mencapai lokasi air terjun berundak ini. Namun kegiatan trekking selama kurang lebih satu jam, akan terasa menyenangkan ditemani dengan suara alam, gesekan daun yang ditiup angin, dan sesekali gemericik air pada beberapa saluran kecil. Sesampainya di air terjun, kamu akan terhanyut oleh suasaa syahdu, perpaduan derasnya air terjun dan suara alam liar yang semarak.

 

  1. Pulau Pasoso

Jaraknya memang jauh, bisa memakan waktu layar hingga lima jam, atau pesawat perintis tidak kurang dari satu jam. Namun, jika kamu mendambakan untuk menyaksikan langsung kehidupan alam pesisir yang masih sangat alami, pulau ini bisa jadi destinasi terbaik, meski pendaftarannya termasuk selektif, mengingat posisinya sebagai area konservasi penyu hijau yang hampir punah. Di sini, pada waktu-waktu tertentu, kamu bisa ikut memantau berpindahnya penyu laut kecil ke lautan. Namun di sepanjang tahun, kmu bisa menikmati indahnya pantai putih dengan ombak tenang, dan kesempatan snorkeling di dalam ari laut yang berwarna biru kehijauan.

 

  1. Jembatan Palu IV

Sejatinya, jembatan ini tidak pernah didedikasikan untuk tujuan wisata, melainkan sebagai penghubung dua sisi teluk, guna mempersingkat waktu tempuh kendaraan. Namun menariknya, di sisi timur, kamu bisa memandang momen matahari terbenam yang cantik, berpadu apik dengan lanskap kota Palu yang berada di kontur perbukita. Bahkan jika cuaca sedang cerah, terkadang refleksi jembatan di atas air laut begitu terlihat cantik sekaligus dramatis. Jembatan berbentuk dua lengkungan ini akan tampil lebih menarik di malam hari, ketika dihiasi oleh berbagai sorot lampu.

Leave a Comment