12 Gejala Megalomania, Gangguan Kejiwaan yang Ditandai dengan Obsesi Terhadap Kekuasaan

Megalomania atau narsistik adalah penyakit mental yang membuat penderitanya menjunjung tinggi harga diri. Narsistik juga merupakan jenis gangguan kepribadian di mana bagi yang mengalami akan memiliki perasaan yang meningkat akan kepentingannya sendiri, kebutuhan atas perhatian dari orang lain dan kekaguman yang berlebihan pada diri sendiri. Selain itu, bagi penderitanya juga akan mengalami hubungan yang bermasalah dengan orang lain dan kurangnya empati terhadap orang lain.

Sayangnya, di balik topeng kepercayaan diri yang ekstrem ini, terdapat harga diri yang rapuh dan rentan terhadap kritik sekecil apapun. Penyakit kejiwaan satu ini sampai sekarang belum diketahui penyebabnya. Dikutip dari MayoClinic, nasistik seperti perkembangan kepribadian dan gangguan kesehatan mental lainnya yang penyebabnya cenderung kompleks.

Namun, gangguan kepribadian narsistik dapat dikaitkan dengan lingkungan. Hal tersebut sering dikaitakan karena ketidaksesuaian dalam hubungan orang tua dengan anak, kritik berlebihan yang kurang sesuai dengan pengalaman anak juga dapat menjadi salah satu indikator penyebab terjadinya penyakit ini. Faktor genetika juga dapat menjadi penyebab dari penyakit mental narsistik serta faktor neurobiologi, yaitu hubungan antara otak, perilaku, dan pemikiran.

Gangguan kepribadian narsistik banyak memengaruhi pria daripada wanita, dan itu sering dimuai pada remaja atau pada saat awal dewasa. Perlu diingat, meskipun beberapa orang mungkin menunjukan sifat narsisme. Hal itu mungkin karena faktor usia yang masih mencari jati diri dan hal tersebut tidak berarti mereka akan terus mengembangkan gangguan kepribadian narsistik.

Gangguan kepribadian narsistik dapat menyebabkan masalah di banyak bidang kehidupan seperti hubungan, pekerjaan, sekolah, urusan keuangan, atau masalah organisasi. Bagi penderita penyakit ini, mungkin akan merasa sedih, tidak bahagia, dan kecewa ketika mereka tidak diberikan bantuan atau kekaguman khusus yang mereka yakini dan pantas mereka dapatkan. Pengobatan untuk gangguan kepribadian narsistik berpusat pada terapi bicara atau psikoterapi.

Berikut ini adalah gejala dari penyakit gangguan kepribadian narsistik. 1. Memiliki rasa kepentingan yang berlebihan 2. Memiliki rasa hak dan membutuhkan kekaguman dari orang lain secara terus menerus dan berlebihan.

3. Berharap diakui sebagai pemimpin atau atasan yang baik bahkan tanpa pencapaian yang berarti. 4. Suka membesar besarkan prestasi dan bakatnya. 5. Disibukkan dengan gantasi tentang kesuksesan, kekuatan, kecermelangan, kecantikan, atau pasangan yang sempurna.

6. Percaya bahwa diri mereka lebih unggu dan hanya bisa bergaul dengan orang yang sama sama istimewa. 7. Memonopoli pembicaraan dan meremehkan atau memandang rendah orang orang yang mereka anggap lebih rendah. 8. Mengharapkan orang lain patuh pada mereka.

9. Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. 10. Memiliki ketidakmampuan atau enggan untuk mengenali kebutuhan atau perasaan orang lain. 11. Berperilaku sombong dan angkuh.

12. Selalu berusaha memiliki hal terbaik daripada semua orang, misalnya kantor yang terbaik ataupun kendaran terbaik. Dan apabila mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, atau bahkan jika menerima kritik, maka mereka akan melakukan hal berikut. 1. Menjadi tidak sabar atau marah ketika mereka tidak menerima perlakuan khusus.

2. Merasa marah dan mereka akan meremehkan orang lain untuk membuat diri mereka lebih unggul. 3. Mereka juga kesulitan untuk mengontrol emosi. 4. Mereka dapat dengan mudah terkena stres dan sulit untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

5. Jika mengalami kegagalan, penderita akan merasa tertekan dan murung karena semua rencananya gagal. Orang dengan gangguan kepribadian narsistik mungkin tidak berpikir bahwa mereka menderita gangguan kepribadian atau bahkan merasa tindakannya salah. Hal tersebut membuat mereka tidak akan mencari pengobatan.

Jika kamu atau orang terdekatmu terindikasi menderita gangguan mental narsistik, maka sebaiknya untuk segera menghubungi dokter ataupun berkonsultasi dengan psikolog. Mendapatkan perawatan yang profesional dapat membantu membuat hidup penderita lebih bermanfaat dan menyenangkan.

Leave a Comment