Beragam Jenis Car Seat Untuk Mobil

Menggunakan car seat untuk bayi ketika berkendara dapat membuat anak lebih tenang, aman dan nyaman. Seperti diketahui car seat dapat melindungi bayi ketika misalnya terjadi insiden benturan ataupun rem mendadak pada mobil.

Car seat dapat mengurangi resiko cedera atau kematian pada bayi ketika terjadi kecelakaan. Tak heran di beberapa negara di Eropa penggunaan car seat diharuskan, ini untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan anak selama ikut berkendara.

Nah, alat ini sendiri terdiri dari beberapa macam jenis yang telah disesuaikan dengan penggunanya sesuai dengan umur ataupun berat badan. Lalu, apa saja macam macam jenis car seat untuk mobil yang harus anda ketahui. Berikut diantaranya;

Apa Saja Jenis CarSeat untuk Mobil?

  1. Infant Car Seat

Car seat jenis ini umumnya digunakan untuk bayi berusia dibawah 2 tahun. Kursi ini di desain untuk berlawanan dengan posisi duduk. Jadi, nantinya bayi akan menghadap ke belakang selama di dalam mobil.

Infant car seat sendiri dapat digunakan untuk mengeluarkan bayi dari dalam mobil tanpa harus terlebih dahulu melepas tali yang berpotensi membangunkan bayi. Alat ini sangat fleksibel atau mudah dipindah-pindah.

Seperti disebutkan sebelumnya, infant car seat secara umum digunakan untuk bayi dibawah usia 2 tahun. Namun, jika bayi lebih cepat pertumbuhannya baik dari sisi berat ataupun tinggi tubuh, maka anda harus segera beralih ke car seat jenis lain yang sesuai.

Anda dapat melihat kapan harus berpindah jenis car seat ketika tempat duduk sudah tidak muat untuk bayi ataupun tinggi tubuh sudah melebihi tinggi dari kursi. Car seat jenis ini sendiri dapat menopang bayi dengan berat 13-27 kg.

  1. Convertible Car Seat

Convertible car seat digunakan untuk bayi berusia dibawah 3 tahun dengan berat antara 27-45 kilogram. Ini adalah jenis kursi yang dapat menopang berat lebih besar dari infant car seat.

Jadi, sebetulnya untuk pemilihan car seat anda dapat menyesuaikannya dengan bobot yang dimiliki oleh bayi tanpa melihat usia, karena terkadang pertumbuhan bayi cepat sehingga bobotnya di atas rata-rata bayi seusianya.

Adapun, perbedaan jenis infant car seat dan convertible selain dari daya topangnya adalah fleksibilitasnnya. Pada jenis infant kursi dapat dilepas sehingga anda dapat menggendong bayi dengan kursi tersebut keluar mobil.

Namun, pada convertible car seat, kursi tidak bersifat portabel sehingga tidak dapat dipindah-pindah seperti kursi jenis infant.

Untuk cara memasang carseat bayi yang benar sendiri disesuaikan dengan usia bayi. Jika bayi berusia dibawah 2 tahun maka posisi kursi menghadap ke belakang, namun jika memasuki usia 3 tahun kursi dihadapkan ke belakang.

  1. Booster Car Seat

Setelah anak menginjak usia diatas 3 tahun, anda dapat menggunakan kursi jenis booster untuk membuat anak anda nyaman dan aman ketika berkendara. Berat yang direkomendasikan menggunakan kursi ini adalah diantara 30-40 kg.

Pada car seat jenis ini posisi kursi akan menghadap ke depan sehingga anak bisa lebih leluasa ketika bercengkrama dengan keluarga ataupun melihat pemandangan di sekitar.

Anda dapat menggunakan car seat jenis ini sampai anak berusia 13 tahun atau setidaknya memiliki tinggi 145 centimeter. Jika lebih dari itu anda bisa mempertimbangkan anak untuk menggunakan kursi normal dengan sabuk pengaman yang tentu saja harus selalu terpasang.

Bagaimanapun berkendara mempunyai resiko tersendiri, baik yang bersifat ringan ataupun fatal. Sudah seharusnya anda melindungi anak dan keluarga anda dengan fitur-fitur keselamatan yang direkomendasikan oleh badan-badan tertentu yang mengurusi masalah keselamatan berkendara. Salah satunya tentu saja menggunakan car seat untuk balita ataupun anak-anak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kelebihan Kerajinan dari Kain Perca

Sun Mar 6 , 2022
Perlu anda ketahui bahwa banyak sekali bahan yang bisa digunakan untuk membuat kerajinan. Salah satunya yaitu kerajinan dari kain perca. Tentunya di sini Anda sudah tidak akan asing lagi dengan kain perca. Kain tersebut memang bisa dibuat dari bahan apapun, karena memang terdiri dari sisa-sisa kain yang memang tidak dipakai. […]