Jangan Kira Rokok Elektrik Aman dan Tidak Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter

Rokok elektrik atau yang biasa disebut vape saat ini sedang menjadi trend khususnya pada remaja. Banyak yang beralih dari rokok batangan konvensional ke vape karena dinilai lebih aman. Sebab tidak mengandung asap dan hadir dengan banyak pilihan rasa. Lantas apakah benar rokok elektrik aman tidak berbahaya?

Ketua Pokja Masalah Rokok, Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Feni Fitriani menegaskan rokok elekrik cukup berbahaya karena mengandung bahan kimia yang berdampak pada kesehatan. Bahan kimia tersebut di antaranya adalahnikotin, bahan karsinogen seperti propylene glycol, gliserol yang dapat menyebabkan kanker. Kemudian ada bahan toksik seperti logam silikat yang merangsang iritasi dan peradangan serta menimbulkan kerusakan seI.

“Oleh karena itu, rokok elektronik berpotensi menimbulkan adiksi, meningkatkan risiko kanker, dan risiko kesehatan lainnya pada manusia,” tegas dr. Feni pada keterangan tertulisnya, Rabu (15/5/2019). Ketua Umum PB Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam indonesia (PAPDI), dr. Sally Aman Nasution, SpPD KKV menambahkan rokok elektronik ini bersifat karsinogenesis yang beresiko pada perubahan sel dan dapat memancing kanker tertentu, hingga sistem imun. “Karena bersifat karsinogenesis ada risiko perubahan, mencetuskan timbulnya kanker paru, mulut dan tenggorokan, dan juga gangguan di bidang pencernaan, sistem imun, dan timbulnya trombosis,” kata dr. Sally.

Melihat efek tersebut,para dokter dari ahli kesehatan dan lembaga masyarakat berharap pemerintah melarang peredaran rokok elektronik sampai kepastian keamanannya. Masyarakat juga diimbau tidak lagi menggunkan rokok elektronik tersebut. “Kementerian Kesehatan mengambil keputusan yang tegas demi melindungi rakyat Indonesia dan mencegah terulang kembali eksploitasi industri rokok dalam produk yang berbeda dengan isi yang sama, yaitu zat adiktif nikotin,” ujar Dr. Daeng M Faqih, SH MH Ketua Umum Pengurus Besar lkatan Dokter Indonesia.

Leave a Comment