Kelebihan dan Kekurangan Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek merupakan sebuah produk investasi yang di sini bisa dicairkan dalam jangka waktu yang relatif pendek. Investasi jangka pendek tersebut umumnya mempunyai periode pencairan dari satu hingga tiga tahun. Namun terdapat juga beberapa instrumen untuk investasi jangka pendek tersebut yang nantinya dapat dicairkan oleh investor hanya dalam jangka waktu beberapa bulan saja.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Investasi Jangka Pendek?

 

Berbeda dengan investasi jangka panjang yang umumnya mempunyai pinalti jika ditarik sebelum jatuh tempo, maka untuk pencairan dana pada investasi jangka pendek tersebut memang lebih fleksibel. Selain itu, keuntungan yang bisa diperoleh dari kegiatan investasi tersebut relatif stabil.

Oleh karena imbal hasil dapat dirasakan hanya dalam waktu singkat juga tingkat resiko yang terbilang relatif lebih kecil investasi jangka pendek tersebut memang begitu diminati oleh mereka yang merupakan pemula.

Investasi seringkali dilihat sebagai sebuah komitmen besar di dalam jangka waktu yang terbilang lama sehingga beberapa orang enggan untuk memulai kegiatan tersebut. Padahal di sini terdapat beberapa jenis investasi yang bisa dilakukan hanya dalam jangka waktu pendek, yaitu investasi jangka pendek ini.

Untuk Anda yang ingin melakukan kegiatan investasi serta tidak memerlukan waktu yang relatif lama dan ingin menjaga arus kas Anda supaya tetap aman, maka di sini Anda dapat mencoba investasi jangka pendek. Berikut akan diulas lebih jauh mengenai apa saja kelebihan dan kekurangan dari investasi jangka pendek tersebut.

Kelebihan

Tingkat Likuiditas Terbilang Cukup Tinggi

Pengembalian imbal hasil memang terbilang lebih cepat. Hal itu merupakan salah satu kelebihan dari investasi jangka pendek. Dengan perputaran uang yang terbilang cepat maka pokok investasi serta bunga memang jauh lebih cepat didapatkan. Selain itu dapat menginvestasikan kembali ke investasi lain atau melalui cara trading di pasar uang dan lain sebagainya.

Imbal hasil yang cenderung stabil.

Investasi jangka pendek sangat cocok untuk seorang pemula

Kekurangan

Keuntungan yang bisa didapatkan dari kegiatan investasi jangka pendek memang lebih kecil terlebih jika dicairkan hanya dalam jangka waktu singkat.

Rentan terhadap kegiatan inflasi oleh karena valuasi yang memang kadang tak bisa bersaing dengan tingkat inflasi tahunan.

Efek compounding kurang signifikan di dalam kegiatan investasi jangka pendek.

Anda yang di sini ingin mengembangkan dana melalui investasi jangka pendek, maka dapat mencoba peer to peer lending di Indonesia. Sering juga disingkat dengan P2P lending merupakan salah satu alternatif yang patut untuk dicoba.

Melalui P2P lending nantinya Anda sebagai pemberi pinjaman akan memperoleh bunga dengan cara meminjamkan sejumlah dana pada peminjaman.

Biasanya pendanaan P2P lending tersebut mempunyai tenor atau jangka waktu mulai dari satu hingga 12 bulan. Jadi setelah masa tenor tersebut berakhir Anda telah bisa memperoleh kembali pokok dan juga bunga.

Selain itu sebagian besar peminjam adalah UKM di Indonesia yang memerlukan pinjaman modal usaha. Sehingga secara langsung Anda juga akan membantu para pengusaha lokal dalam mengembangkan bisnis mereka.

Untuk yang tertarik melambangkan dana di P2P lending ini maka perlu diketahui minimal dana yang bisa Anda setorkan yaitu hanya sebesar Rp 100.000 saja. Untuk minimal tenornya yaitu mulai dari 1 bulan dan besarnya bunga yaitu 10,5% pertahun.

Mencoba investasi jangka pendek di P2P lending tentu tidak akan membuat Anda kerugian. Namun pastikan platform yang Anda pilih benar-benar terpercaya agar nantinya Anda bisa memperoleh keuntungan dari kegiatan investasi tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pengertian Value Proposition dan Fungsinya

Wed Aug 17 , 2022
Pengertian value proposition yang merupakan salah satu elemen penting di dalam sebuah bisnis. Jika di sini pemilik bisnis ini ingin agar layanan maupun produk dipilih oleh konsumen, maka bisnis perlu mempunyai value proposition yang kuat. Dengan adanya value proposition yang kuat tentu akan menjadikan produk unggul diantara para pesaing lain. […]