Kuliah Gratis dengan Beasiswa? Begini Langkahnya!

Mengisi aplikasi beasiswa seharusnya cukup mudah, bukan? Kamu akan berpikir menjawab pertanyaan tentang diri kamu akan sangat sederhana, tetapi aplikasi ini meminta lebih dari sekedar nama dan alamat kamu. Hakim beasiswa berharap untuk mengenal kamu dan juga apa yang kamu sukai dan bekerja dalam hal akademisi dan karirmu.

Meskipun setiap aplikasi beasiswa berbeda – serta setiap pelamar – ada beberapa tips bermanfaat yang akan berlaku untuk semua orang dan setiap beasiswa:

  1. Bersiap untuk proses aplikasi.

Sebagian besar aplikasi beasiswa lebih dari sekedar bentuk atau esai. Beberapa memerlukan transkrip sekolah menengah Kamu sementara yang lain akan meminta surat rekomendasi. Dalam persiapan untuk proses aplikasi, Kamu harus mulai merumuskan siapa dan apa yang kamu butuhkan dari guru, konselor, dll. Kalau kamu ingin kuliah di luar negeri, persiapkan nilai kemampuan bahasa asingmu, khususnya bahasa inggris. Sudah banyak kursus bahasa inggris online gratis bersertifikat yang bisa kamu manfaatkan untuk belajar. Mengikuti les bahasa inggris akan membiasakan kamu dengan tata bahasa, tulisan dan pelafalan dalam bahasa inggris dengan bantuan tutor. Selain dapat bertanya pada native speaker, kamu juga akan terbiasa menggunakan bahasa Inggris di kelas.  

  1. Ikuti petunjuknya.

Setelah mengisi aplikasi bantuan keuangan dan perguruan tinggi yang tak terhitung jumlahnya, kamu mungkin berpikir kamu telah mendapatkan inti dari seluruh penerapan ini; tetapi kamu tidak boleh berasumsi bahwa aplikasi beasiswa seperti formulir lain yang pernah kamu isi. Bukan berarti sponsor beasiswa mencoba menipu kamu, tetapi mengikuti instruksi adalah yang terpenting. Bagaimanapun, satu kesalahan bisa membuat aplikasi beasiswa kamu dibuang ke tempat sampah.

  1. Tetap teratur.

Jika kamu mendaftar ke beberapa beasiswa, yang seharusnya kamu lakukan, mudah untuk mengacaukan tenggat waktu. Itu sebabnya kamu tidak hanya harus melacak tenggat waktu dengan perencana atau aplikasi kalender kamu, tetapi juga mengatur beasiswa dalam folder terpisah dengan nama dan tenggat waktu. Dalam folder itu, kamu dapat menyimpan semua komponen aplikasi beasiswa yang mungkin sedang Kamu kerjakan, seperti formulir, esai, dan transkrip.

  1. Periksa sekali, periksa dua kali dan lacak.

Sebelum kamu mengajukan aplikasi beasiswa, periksa apakah kamu telah menjawab setiap pertanyaan, ikuti semua instruksi dan perbaiki semua kesalahan ketik dan kesalahan. Jika kamu menggunakan kembali komponen dari aplikasi lain, pastikan kamu telah memperbarui apa pun pada aplikasi yang mungkin merujuk ke beasiswa atau yayasan lain. Saat mengirim aplikasi kamu melalui email, tindak lanjuti dalam waktu seminggu untuk memastikan komite beasiswa menerima semua bagian – atau jika mengirim melalui surat melalui pelacakan.

Terakhir, buat salinan semua komponen dari setiap aplikasi dan simpan di folder yang ditentukan. Ini akan sangat berguna jika kamu perlu meninjau aplikasimu sebelum wawancara beasiswa atau menyediakan komponen yang mungkin hilang.

Ingat, setiap beasiswa berbeda, tetapi tips aplikasi ini akan berlaku untuk semua beasiswa yang kamu lamar. Dengan bersiap, fokus, dan terorganisir, kamu akan memaksimalkan peluang kamu untuk memenangkan beasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *